TIGA TOKOH PENTING DAN BERPENGARUH DALAM TEORI-TEORI SOSIAL : Karl Marx, Max waber, dan Emile Durkheim

TIGA TOKOH PENTING DAN BERPENGARUH DALAM TEORI-TEORI SOSIAL


KARL MARX (1818 – 1883)

Sumber : id.wikipedia.org

Karl Marx berpendapat bahwa perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi karena perkembangan teknologi atau kekuatan produktif dan hubungan antara kelas-kelas sosial yang berubah. Karl Marx juga berpendapat bahwa struktur masyarakat terbagi menjadi dua, yaitu infrastruktur dan suprastruktur. Infrastruktur merupakan dasar suatu masyarakat dalam berproduksi di bidang ekonomi. Sedangkan suprastruktur terdiri atas lembaga sosial, gagasan dan nilai. Infrastruktur adalah fundamental (dasar) untuk membentuk suprastruktur.

Karl Marx menyebut dua kelas yang paling berpengaruh, yaitu kelas kapitalis dan pemilik tanah dan kaum buruh atau mereka yang hidup dengan menjual tenaga kerja sendiri, menurutnya masyarakat kapitalis terdiri dari tiga kelas, bukan dua kelas. Tiga kelas itu adalah kaum buruh (mereka hidup dari upah), kaum pemilik modal/ kapitalis (hidup dari laba), dan para tuan tanah (hidup dari harga sewa tanah). Kemudian menurutnya, kekuasaan-kekuasaan yang merintangi kebebasan dan kebahagiaan manusia hanya dapat didobrak dengan suatu revolusi radikal, revolusi proletariat yang mengambil-alih kekuasaan yang dicuri, diasingkan dari mereka. Tujuan revolusi adalah terbentuknya masyarakat tanpa pembedaan kelas-kelas, penuh kebebasan dan kemanusiaan dalam arti penuh.

Dalam hal agama Karl Marx mempunyai dua peran. Pertama, agama mendukung posisi kaum borjuis untuk menindas kaum proletar dengan doktrin-doktrin agama yang diberikan kepada kaum buruh. Agama memantapkan posisi status quo bagi kaum agamawan maupun masyarakat kapitalisme. Kedua, agama semakin mengasingkan kaum proletar. Semakin tertindasnya kaum buruh, maka semakin kuat pula doktrin yang diberikan kepadanya. Dengan doktrin-doktrin yang meyakinkan, kaum agamawan secara tidak langsung ikut menambah penderitaan kaum buruh. Agama semakin menindas kaum bawah dalam masyarakat kapital begitupun negara.

Pokok Pemikiran Karl Marx :

1. Teori Dialektika

2. Dinamika Perubahan Sosial

3. Teori Alienasi

4. Teori Kelas/Kelas Sosial


MAX WEBER (1864 – 1920)

Sumber :sa.web.iain

Konsep Pemikiran Max Weber

1. Verstehen (Pemahaman)

Pandangan bahwa verstehen adalah alat bagi analisis level makro.

2. Kelas

Menyatakan bahwa kelas bukanlah komunitas, tetapi kelas adalah sekelompok orang yang memiliki situasi yang sama.

3. Status

Menekankan status pada gaya hidup atau pola konsumsi masyarakat sehingga dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu ras, usia, dan agama.

4. Kekuasaan

Memberikan pendapat bentuk wewenang dalam interaksi antar manusia yang menyangkut hubungan kekuasaan.

Max Weber tidak mengakui hukum secara normatif. Padahal dalam konsep hukum, selain bersumber dari gejala sosial masyarakat juga hukum bersifat normatif. Jika salah satu tidak ada, maka implementasi dari suatu hukum akan tidak sempurna. Selain hanya memandang norma sebagai kenyataan di masyarakat saja. Jika tidak ada kelakuan dari masyarakat, maka tidak ada norma yang berlaku. Obyek kajian dari Max Weber adalah pola tingkah laku masyarakat. Sehingga setiap masyarakat akan memiliki struktur dan penerapan hukum yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Pokok Pikiran Max Weber :

1. Konsep Pemikiran :

a. Verstehen (Pemahaman)

b. Kelas

c. Status

d. Kekuasaan

2.Rasionalitas : Tertuju pada Tipe Tindakan

3. Teori Tindakan

4. Kapitalisme dan Agama


EMILE DURKHEIM (1858 – 1917)

Sumber : www.fakta.id

Pemikiran Durkheim menjadi dasar perspektif struktural fungsional dalam sosiologi. Dalam hal agama, Durkheim melihat agama sebagai sistem sosial yang berperan meningkatkan solidaritas dan menjaga keteraturan dalam masyarakat melalui nilai-nilai yang dianut bersama fakta sosial. Untuk itu, sistem dalam masyarakat haruslah berfungsi dengan baik. Jika tidak akan terjadi fenomena akibat disfungsi sistem yang ia sebut patologi serta situasi di mana tak ada lagi aturan yang mengikat individu yang disebutnya sebagai anomie.

Kepercayaan pada hubungan sebab-akibat menjadi kelemahan terbesar metodologi Durkheim di mana struktur masyarakat sebagai sebuah keteraturan dan tetap harus dipertahankan keseimbangannya. Mengesampingkan kenyataan bahwa perubahan dalam masyarakat diperlukan, walaupun ada usaha pencegahan. Upaya untuk menghasilkan hukum sebab-akibat yang berlaku universal juga mengabaikan faktor sejarah dan budaya yang berlaku pada satu masyarakat dan secara spesifik membentuk konteks sosial yang berbeda dengan masyarakat lainnya.Kelemahan berikutnya dari metodologi ini adalah memandang manusia dan fakta sosial sebagai benda mati. Kenyataannya, manusia tetaplah manusia yang tidak bisa disamakan dengan benda.

Pokok Pemikiran Emile Durkheim :

1. Teori Solidaritas

a. Solidaritas mekanis

b. Solidaritas organik

2. Fakta-Fakta Sosial

a. Fakta sosial material

b. Fakta sosial non-material

3. Teori Bunuh Diri

4. Teori Tentang Agama


By Fika Lumiasari

 

Sumber Referensi :

*Hastuti, Diah Retno Dwi, dkk. 2018. “RINGKASAN KUMPULAN MAZHAB TEORI SOSIAL (Biografi, Sejarah, Teori, dan Kritikan)” . Makassar : Indonesia CV Nur Lina dan Pustaka Taman Ilmu.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MINI BOOK KUMPULAN ARTIKEL MATERI MATA KULIAH TEORI SOSIAL DAN TEORI SOSIAL KRITIS

PEMETAAN SEJARAH MUNCULNYA TEORI-TEORI SOSIAL : KLASIK, MODERN, KRITIS, DAN POSTMODERN

MENGULAS SECARA RINGKAS PERKEMBANGAN DAN HUBUNGAN TEORI SOSIAL DI INDONESIA