Postingan

Peran Fasilitator Dalam Monitoring Evaluasi Partisipatif

Peran Fasilitator Dalam Monitoring Evaluasi Partisipatif Fasilitator memiliki kemampuan untuk Pengorganisir komunitas (community organizer), Pembangun komunitas (community builder), dan Pengkoordinir komunitas (community coordinator). Artinya seseorang yang memobilisasi komunitas dan menjadi kekuatan pendorong (driving force) bagi komunitas dalam menjadikan kondisi mereka lebih baik (dari, oleh dan untuk mereka sendiri) dalam berbagai dimensi kehidupan.  Peran dan Fungsi Fasilitator: • Enabler • Educator •Mediator • Social Planner • Advocator Karakteristik fasilitator  1. Membangun partisipasi 2. Peka terhadap situasi dan kondisi yang terjadi.  3. Bersikap rendah hati 4. Bersikap baik terhadap semua pihak. 5. Bersikap saling percaya.  6. Transparan. 7. Belajar dan berbagi bersama. 8. Tidak mengganggu. 9. Menjadi pendengar yang aktif. 10. Menyerahkan tongkat estafet kepada komunitas. 11. Menghindari kontraproduktif. 12. Inovatif 13. Tidak mudah menghakimi 14. Menghar...

Metode, Alat- Teknik MEP

Metode, Alat- Teknik MEP Proses pengambilan keputusan bersama mengenai apa yang ingin dan akan dilakukan oleh masyarakat dalam berkegiatan dan mengembangkan program. Aspek-Aspek yang ada di dalam MEP adalah memajuan (untuk melihat apa yang telah dicapai), mengukur kemajuan (berkaitan dengan tujuan program), mengembangkan pengawasan monitoring (untuk memperoleh pengelolaan yang lebih baik), menemukenali kelebihan dan kelemahan (memperkuat program), melihat apakah upaya yang dilakukan sudah efektif (perbedaan apa yang telah dihasilkan progam), biaya (apakah biayanya sudah masuk akal atau realisti, pengumpulan informasi (merencanakan dan mengelola program lebih baik), membagi pengalaman (menghindari mereka membuat kesalahan yang sama atau mendorong mereka menggunakan metode yang sama, mengembangkan efektivitas-efisiensi (agar memiliki dampak yang lebih baik), dan memberi perencanaan yang lebih baik (lebih berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya pada tingkat komunitas). Langkah...

FRAMEWORK MEP

Framework MEP Framework MEP adalah sebuah rangkaian kerja dalam menjalankan MEP. Framework MEP memiliki susunan urutan yaitu dimulai dari Pra Perencanaan, workshop perencanaan evaluasi, kerja lapangan (persiapan, pengumpulan, dan analisis data), workshop untuk merumuskan pelajaran atau refleksi, merangkum hasil evaluasi, pengembangan rencana aksi atau RTL, finalisasi atau diseminasi dan diskusi laporan MEP. Pada tahap yang kesatu yaitu pra perencanaan yang memiliki langkah-langkah antara lain langkah pertama menentukan goal, objective, indicators › kedua, mengidentifikasi dan menyusun tim MEP, ketiga menyusun pengaturan logistik dan administrasi, keempat mengembangkan kerangka visual proyek, dan kelima merancang workshop tim untuk perencanaan MEP. Tahap kedua yaitu workshop perencanaan evaluasi dengan langkah-langkahnya antara lain mengorganisasikan seluruh stakeholders yang terkait dalam kerja tim MEP yang efektif, kedua menyusun pertanyaan-pertanyaan untuk MEP, ketiga mengidenti...

Tujuan Monev Partisipatif

Tujuan Monev Partisipatif Tujuan dalam MEP pada penjelasan ini ada tujuh yaitu yang pertama, belajar dari pengalaman. Maksudnya adalah secara terus menerus mencari “pelajaran baru” dari apa yang telah dikerjakan selama ini. Meningkatkan kinerja ke arah yang efektif (sesuai tujuan yang ditentukan). Meningkatkan kinerja ke arah yang efisien (tepat waktu, tidak boros). Melihat dengan jernih sebab-sebab keberhasilan dan kegagalan pekerjaan yang sedang dilakukan. Kedua, Menjadi tanggung gugat dalam arti dapat memberikan jawaban secara terbuka dan jujur terhadap apa saja yang ingin diketahui oleh masyarakat menyangkut suatu program dimana masyarakat berkepentingan terhadap program itu. Selain siap menjawab, harus siap “digugat” oleh masyarakat jika pekerjaan dianggap tidak sesuai dengan aturan dan nilai-nilai yang telah disepakati sebelumnya. Ketiga, membangun kapasitas manajemen. Hal ini seperti meningkatkan kapasitas evaluasi (kemampuan membandingan masalah dan kemampuan memecahka...

PRINSIP-PRINSIP MEP

PRINSIP – PRINSIP MEP Siklus Manajemen Monev yaitu dari proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan tindakan. Agar monev berhasil maka harus memiliki syarat. Monev dibuat antara lain untuk melihat perkembangan serta capaian suatu program, maka program tersebut perlu dirumuskan dalam perencanaan yang jelas. Sebelum monev dilakukan, terlebih dahulu harus ada kesepakatan antar semua pihak yang akan terlibat: untuk keperluan apa monev dibuat dan manfaat apa yang ingin diperoleh dari monev. Sebagai ikatan dalam melaksanakan monev bersama-sama perlu ada kesepakatan mengenai nilai dasar atau prinsip yang ingin kita wujudkan dalam pekerjaan kita. Untuk melakukan monev perlu ada rencana yang jelas sehingga ia akan melekat dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Tiga pilar dari monev yaitu rencana kerja, kesepakatan tujuan MEP, dan prinsip-prinsip MEP. Rencana kerja yang jelas, memuat hal-hal berikut: Perubahan yang ingin dicapai, Apa yang perlu dihasilkan unt...

Monev PARtisipatif

Monev PARtisipatif Monitoring adalah pengumpulan dan analisis data atau informasi secara reguler untuk membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat, memastikan adanya akuntabilitas dan memberikan dasar pijakan untuk proses evaluasi dan pembelajaran. Fungsi yang berjalan secara kontinyu dengan menggunakan metode pengumpulan data untuk melihat indikasi awal kemajuan (progres) dan pencapaian tujuan dari sebuah program atau proyek. Pelacakan elemen kunci dari kinerja program atau proyek secara teratur yang meliputi : input, kegiatan, hasil. Evaluasi adalah sebuah proses untuk menentukan secara sesistematis dan seobyektif mungkin tentang relevansi, efektivitas, efisiensi, keberlanjutan dan dampak dari sebuah kegiatan atau program dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan. Evaluasi harus memberikan informasi yang dapat dipercaya dan bermanfaat, menawarkan pelajaran konkrit yang dapat diperoleh untuk membantu para pelaku kegiatan atau program, mitra dan lembaga pendanaan me...

MINI BOOK KUMPULAN ARTIKEL MATERI MATA KULIAH TEORI SOSIAL DAN TEORI SOSIAL KRITIS

Gambar
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga mini book ini selesai disusun. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan pada Nabi Muhammad SAW. yang telah memberikan tauladan terbaik kepada kita semua untuk terus meneruskan kehidupan dengan kesantunan budi pekerti ( akhlakul karimah).  Penyusunan mini book ini bertujuan untuk mengetahui materi-materi mata kuliah teori sosial dan teori sosial kritis. Mini book ini disusun berdasarkan hasil forum group discussion (FGD), kajian literatur yang kemudian disajikan dalam bentuk artikel di blog pribadi yang bersumber dari beberapa buku, jurnal, dan dari internet sehingga relevan.  Akhirnya penulis ucapkan terimakasih sebesar besarnya yang pertama kepada Bapak Abu Amar Bustomi, M.Si. selaku Dosen Mata Kuliah Teori Sosial dan Teori Sosial Kritis UIN Sunan Ampel Surabaya yang mendampingi saya belajar selama semester 3 ini. Kedua, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu baik...

TEORI SOSIAL KRITIS (Kritik, Penerapan, dan Implikasinya Pada Perkembangan Ilmu Psikologi)

Gambar
TEORI SOSIAL KRITIS   (Kritik, Penerapan, dan Implikasinya Pada Perkembangan Ilmu Psikologi) Sumber Gambar :  www.cintabuku.id Teori Kritis pada hakikatny a ingin  menjadi Aufklarung atau pencerahan. Aufklarung itu berarti mau membuat cerah, mau menyingkap segala tabir yang menutup kenyataan yang tak manusiawi terhadap kesadaran kita. Teori Kritis dalam hubungan ini bicara tentang ketersilauan atau semacam selubung yang menyeluruh yang membutakan kita terhadap kenyataan yang sebenarnya, yang perlu disobek. Dalam masyarakat industri maju, kontradiksi-kontradiksi, frustasi-frustasi, penindasan-penindasan tidak lagi tampak. Semua segi hidup masyarakat ”berkongkalikong” menimbulkan kesan bahwa semuanya baik adanya, semua kebutuhan dapat dipuaskan, semuanya efisien, produktif, lancar, dan bermanfaat. Kesan semu itu harus dibuka (Franz Magnis-Suseno, 1992). Oleh karenanya, teori-teori sosial kritis dengan tegas mengkritik aliran positivisme. Tokoh-tokoh teori kritis beranggapan...

Sejarah Perkembangan Teori Kritis : Jurgen Habermas & Theodor Adorno

Gambar
Sejarah Perkembangan Teori K ritis  :  J urgen Ha bermas & T heodor A dorno                                                                  Sumber gambar :  geotimes.id &  www.dw.com Sejarah Perkembangan Teori K ritis  : J urgen Ha bermas & T heodor  W.   A dorno   Aliran pemikiran kritis mulai berkembang sekitar tahun dua puluhan. Tokoh-tokohnya antara lain Georg Lukacs, Karl Korsch, Ernst Bloch, Antonio Gramsci dan lainnya. Salah satu aliran dalam pemikiran kritis adalah Teori Kritis Masyarakat. Teori Kritis ini dikembangkan sejak tahun 30-an oleh tokoh-tokoh yang semula bekerja di Institut fur Sozialforschung pada Universitas Frankfurt. Mereka itu adalah Marx Horkheimer, Theodor Adorno, dan Herbert Marcuse serta anggota-anggota lainnya. Ke...

DOWNLOAD EBOOK MATERI SMP

Gambar
H alo SAHABAT FULSUKA! Pada halaman blog kali ini, FULSUKA akan membagikan E-BOOK dan soal-soal secara gratis. Hanya saja link yang diberikan tidak langsung mengarah pada pdf E-BOOK nya tetapi ke link iklan terlebih dahulu. Jadi, sabar iya saat downloadnya.  Sumber :  mediaindonesia.com PROSES UNDUH 1. KLIK LINK YANG INGIN DIUNDUH 2. KLIK  I'M NOT ROBOT  DAN  JIKA  MUNCUL HALAMAN BARU/IKLAN MAKA CLOSE/ X 3. KEMBALI KE HALAMAN AWAL DAN CARI TULISAN  CONTINUE, JIKA MUNCUL HALAMAN BARU/IKLAN MAKA CLOSE/X TUNGGU 5 DETIK 3. KLIK  CONTINUE LAGI DIBAWAH DAN AKAN MUNCUL  DI HALAMAN BARU  MAKA  TUNGGU 5 DETIK  4. JIKA  ADA IKLAN LAGI MAKA CLOSE/X ,  UNDUH EBOOKNYA NB :  JIKA BELUM PAHAM / KESULITAN LANGSUNG HUB ADMIN LEWAT WA IYA  DAN TUNGGU VIDEO TUTORIAL CARA UNDUH EBOOKNYA. USAHAKAN UNDUH LEWAT LABTOP AGAR NYAMAN DAN LEBIH MUDAH. LINK  EBOOK MATERI SMP 1.  MATERI MTK SMP 2.  Ringkasan Materi UN SMP ...