PRINSIP-PRINSIP MEP
PRINSIP – PRINSIP MEP
Siklus Manajemen Monev yaitu dari proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan tindakan. Agar monev berhasil maka harus memiliki syarat. Monev dibuat antara lain untuk melihat perkembangan serta capaian suatu program, maka program tersebut perlu dirumuskan dalam perencanaan yang jelas. Sebelum monev dilakukan, terlebih dahulu harus ada kesepakatan antar semua pihak yang akan terlibat: untuk keperluan apa monev dibuat dan manfaat apa yang ingin diperoleh dari monev. Sebagai ikatan dalam melaksanakan monev bersama-sama perlu ada kesepakatan mengenai nilai dasar atau prinsip yang ingin kita wujudkan dalam pekerjaan kita. Untuk melakukan monev perlu ada rencana yang jelas sehingga ia akan melekat dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Tiga pilar dari monev yaitu rencana kerja, kesepakatan tujuan MEP, dan prinsip-prinsip MEP. Rencana kerja yang jelas, memuat hal-hal berikut: Perubahan yang ingin dicapai, Apa yang perlu dihasilkan untuk mencapai tujuan, Apa yang perlu dilakukan, Siapa penanggung jawabnya, Siapa saja yang terlibat, Kapan dan dimana akan dilaksanakan, dan Apa saja yang diperlukan. Pada umumnya, tujuan monev mengandung 2 hal pokok, yaitu:
a. Belajar dari pengalaman
Secara terus menerus mencari "pelajaran baru" dari apa yang kerjakan selama ini. Pelajaran yang baru itu bisa yang sangat berharga untuk perbaikan kinerja kita ke telah kita menjadi masukan depan. Meningkatkan kinerja ke arah yang efektif: tujuan yang. Meningkatkan kinerja ke arah yang efisien: tepat waktu, tidak boros. Melihat dengan jernih sebab-sebab keberhasilan dan kegagalan pekerjaan yang sedang dilakukan. Sehingga kita bisa meningkatkan kekuatan yang kita miliki, dan berusaha mengurangi kelemahan yang ada. Saling tukar menukar pengalaman antar orang, kelompok, kampung maupun lembaga yang sedang atau selesai mengerjakan sesuatu. Melalui proses ini, diharapkan munculnya sebuah kesadaran bahwa suatu "kesalahan" yang pernah dialami oleh orang lain bisa kita hindari.
b. Menjadi tanggung ggugat
Memberikan jawaban secara terbuka dan jujur terhadap apa saja yang ingin diketahui oleh masyarakat menyangkut suatu program dimana masyarakat berkepentingan terhadap program itu. Selain siap menjawab, kita harus siap “digugat” oleh masyarakat jika pekerjaan kita dianggap tidak sesuai dengan aturan dan nilai-nilai yang telah disepakati.
Prinsip-prinsip MEP yaitu melibatkan semua pihak yang terkait, pertanggungjawaban dilaporkan secara terbuka, pengambilan keputusan dan penggunaan sumber daya dilakukan di depan komunitas atau masyarakat, semua pihak yang terlibat memiliki hak dan kedudukan setara, monev dilakukan dengan jujur dan sesuai dengan kondisi, berjiwa besar menerima dan memberikan kritik dan saran, keterpaduan berbagai aspek dalam mekanisme dan proses pelaksanaan, Fleksibel, tidak kaku, sesuai dengan keadaan, waktu dan tempat, dan pelaksanaan MEP didasarkan pada kesepakatan semua pihak. Stakeholder utama (semua pihak terkait) menjadi peserta aktif- bukan hanya sumber informasi, membangun kapasitas masyarakat lokal untuk menganalisis, merefleksikan, dan mengambil tindakan, pembelajaran bersama para pemangku kepentingan di berbagai tingkatan, menguatkan komitmen mengambil tindakan korektif, teknik-teknik yang digunakan sesuai dengan kapasitas komunitas Outsider tidak mendikte, tetapi mendampingi komunitas untuk fokus pada isu yang diangkat. Keduanya (insider dan outsider) berkotribusi dalam memonev community development yang dilakukan, Skill yang dimiliki komunitas digunakan dan dikembangkan melalui proses monev, informasi dikumpulkan berdasarkan kemanfaatan bukan kesempurnaan, komunikasi dilakukan dua arah, dan pesan disampaikan dengan jelas, komunitas merupakan elemen kunci dan evaluator terpenting, pihak-pihak yang menentukan keputusan membutuhkan informasi yang update, terpercaya dan bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar
HANYA MENERIMA KOMENTAR POSITIF & MEMBANGUN. TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG.