Tujuan Monev Partisipatif
Tujuan Monev Partisipatif
Tujuan dalam MEP pada penjelasan ini ada tujuh yaitu yang pertama, belajar dari pengalaman. Maksudnya adalah secara terus menerus mencari “pelajaran baru” dari apa yang telah dikerjakan selama ini. Meningkatkan kinerja ke arah yang efektif (sesuai tujuan yang ditentukan). Meningkatkan kinerja ke arah yang efisien (tepat waktu, tidak boros). Melihat dengan jernih sebab-sebab keberhasilan dan kegagalan pekerjaan yang sedang dilakukan. Kedua, Menjadi tanggung gugat dalam arti dapat memberikan jawaban secara terbuka dan jujur terhadap apa saja yang ingin diketahui oleh masyarakat menyangkut suatu program dimana masyarakat berkepentingan terhadap program itu. Selain siap menjawab, harus siap “digugat” oleh masyarakat jika pekerjaan dianggap tidak sesuai dengan aturan dan nilai-nilai yang telah disepakati sebelumnya.
Ketiga, membangun kapasitas manajemen. Hal ini seperti meningkatkan kapasitas evaluasi (kemampuan membandingan masalah dan kemampuan memecahkan masalah) melalui keterlibatan dalam evaluasi. Meningkatkan kapasitas organisasi manajemen dan administratif melalui akuisisi pengetahuan dan informasi guna peningkatan kinerja proyek. Memperkuat ikatan dengan institusi/ lembaga/ organisasi terkait melalui kerjasama keterlibatan dalam evaluasi. Keempat, meningkatkan kinerja manajemen proyek dan kontrol kualitas. Kelima, mendorong rasa kepemilikan dan membangun kapital sosial. Seperti meningkatkan rasa kepemilikan dari pihak stakeholder melalui keterlibatam dalam evaluasi. Meningkatkan keberlanjutan proyek melalui dorongan rasa kepemilikan. Membangun rasa memiliki atas proses pemecahan masalah, rekomendasi, dan aksi.
Keenam,meningkatkan effektifitas timbal balik. Pihak pelaksana dapat melakukan hasil evaluasi partisipatif yang memberikan masukan untuk formulasi dan revisi perencanaan yang akan lebih mencerminkan opini stekaholder yang lebih luas. Pelajaran bagi proyek yang lain Pihak penerima mendorong timbal balik berupa hasil evaluasi secara cepat melalui keterlibatanan dalam evaluasi. Mendorong terbangun akses terhadap informasi yang berkaitan dengan proyek. Pemanfaatan hasil evaluasi oleh masyarakat. Ketujuh, meningkatkan akuntabilitas dapat dilakukan melalui memberikan pemahaman atas keragam keperluan dan prioritas dari pihak stakeholder, mpemahaman fakto-faktor produksi yang dibutuhkan, memberikan pemahaman yang lebih banyak dan ragam (multidemensi) atas dampak, dan meningkatkan kredibilitas atas hasil evaluasi.
Komentar
Posting Komentar
HANYA MENERIMA KOMENTAR POSITIF & MEMBANGUN. TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG.